5 Hal Terbukti Meningkatkan Profit

Nah, hari ini saya mau membahas Bagaimana untuk meningkatkan profit dengan memperhatikan 5 hal. Masalahnya kan kaya gini: Anda sudah coba banyak hal dari sisi marketing. Tapi kok kenapa ya omset dan profit saya belum meningkat? Nah, ternyata ada 5 hal ini :

  • PERTAMA, kalau Anda mau meningkatkan profit, maka Anda harus lebih banyak klien kan? kadang-kadang untuk meningkatkan klien Anda perlu meningkatkan jumlah leads dan jumlah convertion rate Anda. Tidak mungkin Anda bisa meningkatkan klien karna kalau kita lihat di sini klien itu hanya akibat dari berapa banyak leads yang Anda kerjakan ini dan berapa tingkat konversi Anda. Jadi nggak mungkin kliennya naik sendiri, ini ada hukum sebab-akibat. Ada 2 sebab yang mengakibatkan klien ini meningkat atau tidak. Jadi yang lebih penting di ukur jumlah kliennya atau jumlah leads dan convertionnya? Ya sudah pasti jumlah leads dan convertionnya. Justru, karena ini perkalian, kalau misalnya Anda sudah tau jumlah leads Anda berapa, Anda sudah tahu tingkat konversi Anda berapa, ya otomatis Anda bisa kalkulasi klien Anda berapa, ya itu bukan suatu hal yang sulit. Tapi kebanyakan di bisnis, mengukur akibat tapi tidak tahu sebabnya
    Nah, itu akan saya bahas nanti. Ayo kita lanjut lagi. Tadi ada dua hal ya. jumlah leads dan jumlah convertion rate Itu untuk mendapatkan klien. Kalau Anda mau meningkatkan omset dari jumlah klien yang Anda miliki, maka berapa sering mereka repeat order? Jumlah transaksi Anda dari mereka setiap bulan, setiap minggu, setiap tahun. Apakah mereka balik lagi atau cukup beli sekali terus udah nggak punya bisnis lagi sama Anda?
  • Nah, KEDUA, berapa jumlah rupiah yang mereka beli pada saat setiap transaksi? contohnya apakah mereka hanya membeli satu produk, apakah Anda nggak bisa up sale, cross sale untuk jadi dua, tiga produk itu akan berdampak ke omset. Jadi tadi Ada sudah kita bahas empat faktor Nomer satu adalah lead generation kali convertion rate akan mendapatkan Anda klien kalau mau meningkatkan omset berapa jumlah transaksi dan di kali berapa rata-rata penjualan average sale yang per customer itu dan di situ Anda bisa mengkalkulasi omset Anda itu. Anda bisa meningkatkan omset Anda atau menurunkan omset Anda kalau Anda tidak perhatikan itu. Jadi empat sebab itu lead generation, convertion rate, number of transaction dan average sale yang harus di ukur bukan hanya jumlah klien saya berapa revenue saya per bulan berapa dan itu yang saya mau tekankan di sini. yang terakhir apa? kalau Anda mau profit dari revenue itu, pastikan ada presentasi gross margin.

Nah, presentasi gross margin ini yang menghasilkan apakah profit Anda tebal atau tipis, right? Nah, di sini juga presentase itu yang Anda harus perhatikan dan Anda harus ukur dan ada beberapa strategi supaya meningkatkan presentase itu. Jadi, di sinilah 5 hal tadi. Kenapa kita harus perhatikan 5 hal itu, bukan malahan mengukur jumlah klien, omset, atau profit. Oke, saya memberikan satu contoh : Anda punya dua bisnis, dua tipe bisnis yang sama tapi ada 2 lokasi, yang satu setiap bulan jumlah leadsnya seratus tapi tingkat convertion ratenya sepuluh persen. Jadi di situ ada sepuluh klien per bulan. Di lokasi B, ada sepuluh leads setiap bulan dengan seratus persen convertion rate, di situ juga sepuluh klien. Tapi kalau Anda nggak mengukur sebabnya. Anda hanya mendapat laporan. Oke, di sini kliennya sepuluh, di sana kliennya sepuluh. Pertanyaan saya “Apa strategi untuk mengimprove bisnis Anda? Jangan-jangan bilang “waduh, pasti ini masalahnya sama. Kalau gitu kita pake strategi yang sama dan bisa buang duit di satu tempat. Tapi, kalau saya tanya sekarang, kalau misalnya ada situasi seperti ini satu leadnya seratus, convertion ratenya sepuluh persen, satu leadsnya sepuluh, convertion ratenya seratus persen, Apakah Anda punya masalah yang sama? dan bila tidak apakah solusi yang Anda implementasikan itu sama? kemungkinan besar jawabannya tidak. Apakah Anda sering membuang uang marketing atau strategi apa untuk meningkatkan hasil tanpa tau sebab sebenarnya. Kalau leads Anda berkurang, ayo kita implementasi marketing strategy, mau nambahin iklan, mau nambahin exhibition kek, terserah dan tergantung industry.

Tapi kalau masalah Anda convertion rate, ibaratnya Anda sudah dapat seratus leads tapi baru sepuluh persen yang terconvert, hmm… Apakah bener Anda mau minta duit lagi sama orang finance, Anda bilang : “eh, boleh nggak saya exhibition lagi, boleh nggak saya pasang iklan lagi”. pasti di situlah marketing sama finance sering sekali berantem. Why? Karena finance keluar duit terus, tapi nggak ada hasilnya dan mereka mencoba mencegah itu dan orang marketing tidak ada data untuk back up kenapa mereka perlu duit lagi, ITULAH SEBAB orang marketing sama orang finance tidak selalu menjadi teman yang baik. Nah, itu poin penting untuk diperhatikan, sebab dibanding akibat ada beberapa hal lagi yang saya mau Anda perhatikan dari pembahasan ini.

  • KETIGA adalah sequence dari 5 hal tadi itu. Apakah Anda mulai dari atas ke bawah? Ya, jadi Anda kalau mau lebih banyak profit, Bagaimana caranya mendapatkan itu dengan cara yang paling efisien, paling murah, dan paling efektif, paling mantep. Kalau kita liat urutannya, tergantung industri dan tergantung juga situasi Anda, tapi kalau bisnis Anda biasa-biasa aja yang paling pasti Anda harus hantam margin strategi dulu. Jangan mikirkan leads generation jangan mikirkan convertion rate, ya nggak usah mikirin marketing dulu, mikirin finance, bagaimana caranya dengan omset yang sama saya bisa mendapatkan profit yang lebih tebel? thats the gross profit margin, thats the gross margin strategies.
  • Nah, KEEMPAT paling efisien dan paling efektif convertion rate strategies, why? Anda udah bayar kan untuk dapat sekian ribu leads sekian ratus leads pertanyaannya “kok cuman sekian persen yang terconvert?” “apa nggak bisa lebih?” masa cuma sepuluh persen sih? artinya Anda buang duit dong. Anda udah bayar loh itu untuk leads itu yang ke dua, ke tiga rata-rata penjualan kalau Anda sudah berhasil meng convience orang untuk beli, kenapa dia belinya cuman sejuta? kenapa cuman satu produk? kenapa cuman segitu aja omsetnya? bisa nggak satu orang itu sudah melipat gandakan pembeliannya? berikutnya, berapa tuh? satu, dua, tiga, empat adalah bagaimana cara orang balik lagi kan? jadi, di banding menjual ke orang baru ternyata itu enam kali lebih murah untuk menjual ke customer yang pernah beli satu, mereka udah percaya sama Anda, mereka tau lokasi Anda, mereka tau mungkin beberapa staff Anda, mereka sudah tau proses pembelian Anda, nggak susah dan Anda sudah tahu database mereka dan kalau Anda rajin membenahi database itu mungkin Anda sudah tahu lebih banyak detail.

Baru yang terakhir yang paling mahal, yang paling membabi buta yang paling nggak jelas hasilnya adalah lead generation. Lead generation itu yang kaya kita coba cari leads baru Nah, itu kita nggak tahu hasilnya dan biasanya itu cukup mahal dari sisi budget. Nah, dari sekian banyak strategi, saya sih sarankannya Anda tahu prioritas sequence nya, supaya Anda nggak langsung semuanya dari leads. Kebanyakan dari business owner yang saya temui selalu mulainya “gimana caranya meningkatkan leads?” tunggu dulu yang lain angkanya bagaimana nih? Jangan-jangan leads Anda udah banyak cuman convertion rate Anda yang harus diperbaiki dan seterusnya, saya ingin Anda perhatikan siapa yang incharge? gak mungkin Anda semua. So, di flow chart Anda, siapa yang incharge untuk leads generation? Siapa yang incharge untuk meningkatkan convertion rate? average sale jumlah transaksi dan profit margin

Nah, biasanya orang finance itu orang profit margin. dia KPI nya berdasarkan profit margin. Kalau orang marketing dia akan mencari leads baru kalau orang sales sales sama marketing beda ya. Orang sales itu convertion rate, kalau customer service operational mungkin bisa juga di average sale dan number of transaction. Karena udah dalam proses sales yang menjual kedua kali, mungkin di organisasi adalah customer service ini tergantung orgnisasi Anda.

Tapi, yang poinnya di sini adalah Anda harus taruh satu orang untuk incharge satu department untuk incharge untuk setiap five ways ini dan, bagaimana ukurnya? itu hal KELIMA yang ingin saya Anda perhatikan. Bagaimana terukurnya? Bagaimana kita ukurnya? per minggu, per hari, per bulan. Ya, itu tergantung industri Anda juga. Yang saya mau tekankan di sini Anda mengukur sebagai seluruh perusahaan atau per orang. Kalau saya orang sales saya suka ukur per orang. Why? Karena si Susi mungkin masalahnya di leads generation. si Budi mungkin masalahnya di convertion rate, si Amin mungkin masalahnya di number of transaction. Orang beda-beda. Jangan sampai Anda punya satu sales training untuk semua orang menganggap masalahnya sama. Jadi Anda harus memutuskan ini kita harus mengukurnya per orang atau per organisasi.

Semoga pembahasan ini sudah cukup dalam untuk Anda dan saya ingin Anda mulai memikirkan bagaimana cara improve nya.Itulah pembahasan mengenai 5 Hal Terbukti Meningkatkan Profit. Semoga bermanfaat ya